
Jatuh saat berjalan, terpeleset di kamar mandi, atau mengalami kecelakaan ketika berolahraga bisa menyebabkan cedera serius. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah patah tulang. Masalahnya, tidak semua patah tulang langsung terlihat jelas. Terkadang, seseorang masih bisa menggerakkan tangan atau kakinya meskipun sebenarnya mengalami cedera tulang.
Lalu, jika seseorang diduga mengalami patah tulang setelah jatuh, bolehkah bagian tubuh tersebut langsung digerakkan? Jawabannya, sebaiknya jangan. Gerakan yang tidak diperlukan dapat memperburuk cedera, meningkatkan rasa sakit, atau merusak jaringan di sekitar tulang yang mengalami kerusakan.
Karena itu, penting mengetahui pertolongan pertama patah tulang sebelum korban mendapatkan pemeriksaan medis.
Apa Saja Tanda-Tanda Patah Tulang Setelah Jatuh?
Patah tulang atau fraktur terjadi ketika tulang mengalami retakan atau terputus akibat benturan, tekanan, maupun cedera tertentu. Tingkat keparahannya berbeda-beda, mulai dari retakan kecil hingga patah tulang yang menyebabkan perubahan bentuk anggota tubuh.
Beberapa tanda yang patut dicurigai setelah jatuh menurut perawatku antara lain:
- Nyeri tajam atau semakin sakit ketika bagian tubuh digerakkan.
- Pembengkakan dan memar di sekitar area cedera.
- Bentuk tangan, kaki, atau bagian tubuh terlihat tidak normal.
- Sulit berdiri, berjalan, menggenggam, atau menggunakan anggota tubuh.
- Terdengar bunyi saat cedera terjadi, meskipun bunyi tersebut tidak selalu muncul.
- Terdapat luka terbuka dengan tulang terlihat atau menonjol.
Perlu diingat, kemampuan menggerakkan anggota tubuh tidak selalu berarti tulang dalam keadaan utuh. Sebaliknya, nyeri dan bengkak juga dapat terjadi akibat keseleo atau cedera jaringan lunak. Pemeriksaan tenaga medis dan, bila diperlukan, rontgen dibutuhkan untuk memastikan kondisi tulang.
Bolehkah Bagian Tubuh yang Diduga Patah Digerakkan?
Jika patah tulang dicurigai, hindari menggerakkan bagian tubuh yang cedera untuk sekadar menguji apakah tulangnya masih bisa digunakan. Jangan mencoba meluruskan anggota tubuh yang tampak berubah bentuk atau mendorong tulang yang menonjol kembali ke dalam luka.
Gerakan yang tidak tepat dapat memperparah kerusakan pada otot, pembuluh darah, saraf, dan jaringan di sekitarnya. Risiko ini menjadi perhatian khusus pada cedera di leher, punggung, atau pinggul.
Bantu korban tetap diam dalam posisi yang paling nyaman. Jika dicurigai mengalami cedera tulang belakang atau leher, jangan memindahkannya kecuali terdapat bahaya langsung, seperti kebakaran atau risiko tertabrak kendaraan. Segera hubungi layanan medis darurat dan ikuti instruksi petugas.
Pertolongan Pertama Saat Diduga Mengalami Patah Tulang
1. Pastikan Situasi Aman
Sebelum mendekati korban, perhatikan lingkungan sekitar. Jika jatuh terjadi di jalan raya atau lokasi berbahaya, utamakan keselamatan dan mintalah bantuan. Jangan memindahkan korban secara sembarangan jika terdapat kemungkinan cedera leher, punggung, atau pinggul.
2. Batasi Gerakan pada Bagian yang Cedera
Minta korban tetap diam dan tidak menumpukan berat badan pada bagian yang cedera. Topang bagian tersebut dengan lembut menggunakan tangan, bantal, atau kain yang dilipat, selama tindakan itu tidak menambah rasa sakit.
Jika Anda terlatih dan mampu melakukannya dengan aman, penyangga atau bidai dapat digunakan untuk membatasi gerakan. Namun, jangan memaksakan pemasangan bidai apabila posisi anggota tubuh tidak normal atau tindakan tersebut menimbulkan nyeri tambahan.
3. Hentikan Perdarahan Jika Ada Luka Terbuka
Jika terdapat perdarahan, tutup luka dengan kasa steril atau kain bersih. Berikan tekanan di sekitar luka bila memungkinkan, tetapi jangan menekan langsung tulang yang terlihat atau benda yang tertancap.
Jangan mencoba memasukkan kembali tulang yang menonjol. Patah tulang terbuka membutuhkan penanganan medis segera karena risiko perdarahan dan infeksi.
4. Gunakan Kompres Dingin dengan Aman
Untuk membantu mengurangi pembengkakan, tempelkan kompres dingin yang dibungkus kain pada area sekitar cedera selama sekitar 15–20 menit. Hindari menempelkan es langsung ke kulit atau menekan area yang mengalami perubahan bentuk.
Kompres dingin hanya membantu meredakan gejala dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Hentikan jika rasa sakit bertambah atau kulit terasa sangat tidak nyaman.
5. Segera Cari Bantuan Medis
Patah tulang yang dicurigai perlu diperiksa oleh tenaga medis. Hubungi layanan darurat jika tulang terlihat, perdarahan berat terjadi, anggota tubuh berubah bentuk, korban mengalami nyeri hebat, atau tangan maupun kaki terasa kebas, pucat, dan dingin.
Jika korban tidak sadar, sulit bernapas, atau diduga mengalami cedera kepala maupun tulang belakang, jangan menunda pertolongan darurat.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan saat menolong orang yang diduga mengalami patah tulang. Jangan memijat area cedera, menarik anggota tubuh agar lurus, meminta korban berjalan untuk menguji kekuatannya, atau memberikan makanan dan minuman jika kemungkinan tindakan operasi darurat masih perlu dipertimbangkan.
Hindari pula memindahkan korban tanpa kebutuhan mendesak. Jika harus menunggu ambulans, pantau kesadaran dan pernapasannya sambil menjaga korban tetap nyaman.
FAQ Seputar Dugaan Patah Tulang Setelah Jatuh
Apakah patah tulang masih memungkinkan seseorang menggerakkan tangan atau kaki?
Ya. Sebagian orang masih dapat menggerakkan anggota tubuh meskipun mengalami patah tulang. Karena itu, gerakan yang masih bisa dilakukan tidak dapat memastikan bahwa tulang aman.
Bolehkah tulang yang tampak bergeser diluruskan sendiri?
Tidak. Jangan menarik atau meluruskan tulang yang berubah bentuk. Batasi gerakan dan segera cari bantuan medis.
Apakah patah tulang harus selalu dioperasi?
Tidak selalu. Penanganan bergantung pada lokasi, jenis, dan tingkat keparahan patah tulang. Sebagian kasus dapat ditangani dengan gips atau penyangga, sedangkan kasus lain membutuhkan operasi.
Apakah kompres es bisa menyembuhkan patah tulang?
Tidak. Kompres dingin hanya membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tulang tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis yang sesuai.
Kapan dugaan patah tulang menjadi kondisi darurat?
Segera cari bantuan darurat jika ada tulang yang terlihat, perdarahan berat, perubahan bentuk anggota tubuh, mati rasa, kulit pucat atau dingin, nyeri hebat, maupun dugaan cedera leher atau tulang belakang.
Kesimpulan
Jika seseorang diduga mengalami patah tulang setelah jatuh, jangan langsung menggerakkan bagian tubuh yang cedera. Batasi gerakan, hindari meluruskan tulang secara paksa, tangani perdarahan dengan hati-hati, dan segera cari pertolongan medis.
Penanganan awal yang tepat dapat membantu mengurangi risiko cedera tambahan sebelum korban mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.









